Rss

E-Book Pilihan

Menyingkap Mitos WahhabiMenyingkap Mitos WahhabiPenulis: Haneef J. Oliver.

Lihat eBook

Tata Cara Sujud SahwiTata Cara Sujud SahwiPenulis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimi rahimahullah...

Lihat eBook

Sifat dan Karakteristik Ekstrimis KhawarijSifat dan Karakteristik Ekstrimis KhawarijPenulis: Syaikh Adil bin Ali al-Furaidan

Lihat eBook

Selamat Datang di Maktabah Raudhah al-Muhibbin.

Dipersilahkan untuk memakai dan menyebarluaskan materi Maktabah tanpa merubah isi serta tidak untuk tujuan komersil.

Semoga bermanfaat, barakallahu fikum

Minggu, Maret 09, 2008

Kembali kepada Allah


udul asli : Zaad al Muhaajir ilaa Rabbihi
Penulis: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Muhaqiq): Dr. Muhammad Jamil Ghazi
Penterjemah: Wawan Djunaedi Soffandi, S.Ag.
Halaman: 147 ; soft cover
Cetakan: Pertama, April 2001
Penerbit: Pustaka Azam

Berangkat dari penafsiran sepotong ayat; “wa ta’awanu alal birri wat-taqwa wa laa ta’awanu alal itsmi wal udwan” – dan saling tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah saling tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan - risalah kecil ini. Dikatakan risalah kecil karena tidak lebih dari 75 halaman, yang ditulis di Tabuk, sehingga kemudian karya Ibnu Qayyim ini dikenal dengan Risalah Tabukiyyah.

Risalah ini diawali dengan ayat tersebut di atas, menjelaskan bahwa sebenarnya ayat 2 dari surah Al-Ma’idah di atas mengisyaratkan tentang kewajiban hamba dalam menjalin hubungan sesama manusia, dan kewajiban hamba dengan Dzat Yang Maha Haq. Seseorang tidak akan sempurna mengerjakan kewajiban pertamanya –hubungan antar manusia- kecuali dengan cara memberikan nasehat, berbuat kebaikan, dan menjaga perintah-perintah Allah. Dan untuk menunaikan kewajiban kedua –menjalin hubungan dengan Allah- seseorang wajib untuk beramal yang didasari rasa ikhlas, mahabbah dan niat untuk menghamba kepada Allah Azza wa Jalla.

Inti pembahasan dalam risalah ini sebenarnya membahas mengenai hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, yang pada akhirnya dikatikan dengan ayat di atas. Penulis menjelaskan pengertian hijrah kepada Allah bermuara pada masalah lari dari Allah untuk menuju kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam dari Aisyah radhiallahu anha bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdo’a di waktu sujud, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan dengan ridha-Mu dari murka-Mu (aku berlindung kepada-Mu) dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku memohon perlindungan dengan-Mu dari-Mu, aku tidak menghitung jumlah pujian yang aku sampaikan kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Dalam risalah ini penulis menjelaskan start dan finish hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya -yang semestinya terus berlangsung dalam hidup ini- persiapan-persiapan untuk melakukan hijrah, bekal yang mesti dibawa, jalan yang akan ditempuh, kendaraan musyafir yang dipergunakan untuk hijrah kepada Allah. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengenal rekan dalam perjalanan.

Sebagai risalah yang merupakan perwujudan dari wa ta’awanu alal birri wat-taqwa, penulis mengakhiri risalahnya dengan nasihat agar barangsiapa yang hendak menempuh perjalanan hijrah, maka dia harus selalu bersahabat dengan orang-orang mati tetapi pada hakikatnya hidup di alam ini. Karena bersahabat dengan mereka seseorang akan sampai kepada tujuannya. Dan hendaklah dia berhati-hati untuk berteman dengan orang-orang yang hidup tetapi pada hakekanya mati. Karena orang-orang inilah yang akan menghalangi perjalanannya.

Copyright © 2010 Maktabah Raudhah Al-Muhibbin | Theme: Maktabah Online by Khayla